Thursday, July 23, 2015

Hayden Siap Merambah Superbike

indotiger.com agen judi casino online Fans MotoGP tampaknya mesti bersiap kehilangan Nicky Hayden. Terpandai dunia MotoGP 2006 yg waktu ini membela Tim Aspar Racing itu santer dikabarkan dapat pindah haluan ke Superbike masa depan. Kabarnya, Hayden bakal bergabung dgn pabrikan Aprilia di Superbike.

Akhir minggu dulu, Hayden kedapatan tengah berada di paddock Sirkuit Laguna Seca, Amerika Serikat (AS), lokasi dimana race kesembilan Superbike digelar.

Sebenarnya, kedatangan Hayden terasa biasa saja, terlebih sang rider serta berkebangsaan AS. Tapi, entah bagaimanakah muncul info bahwa Hayden tidak cuma sekadar melihat balapan, tetapi serta tengah membicarakan potensi utk mengaspal di Superbike th depan.

"Kontrak aku bakal cepat mogok dengan Aspar & aku sedang menyaksikan ke sekeliling. Superbike merupakan satu buah bisa jadi. Aku sempat balapan di Superbike & aku senantiasa menyampaikan seandainya aku amat suka kompetisi ini," ungkap rider 33 th, dilansir dari GPOne

Alonzo, Pebalap F1 Dengan Gaji Tertinggi

indotiger.com agen judi casino online Yang Merupakan salah satu olahraga paling mahal di dunia, para pebalap Formula One (F1) pasti mengantongi gaji yg teramat gede. Biarpun tetap kalah kaya bersama para pesepakbola, petinju atau pemain NBA, pemasukan pilot jet darat tetap amat akbar.

Usaha Book GP melaporkan, ketika ini para pebalap F1 biasa mengantongi Rp730 juta sampai Rp511 miliar per periode. Angka tersebut sebetulnya wajar bagi para atlet unggul dunia. Pesepakbola Raheem Sterling contohnya, mendapat Rp5,5miliar per minggu sesudah memutuskan bergabung dengan Manchester City.

Pebalap yg mempunyai pendapatan paling besar yakni Fernando Alonso. Pebalap McLaren-Honda itu digaji 35 juta euro atau setara Rp512 miliar per bulannya, lebih tinggi dari Lewis Hamilton yg mengantongi gelar jagoan dunia 2014.

Sedangkan duet pebalap Mercedes yg mendominasi balapan F1 dua thn terakhir mendapat penghasilan lebih rendah dari Alonso. Nico Rosberg dilaporkan mengantongi 13,5 juta euro (Rp198 miliar) sedangkan Hamilton yg menjadi idola jagoan masa ini diupah Rp.366 miliar atau 25 juta euro per periode.

Masih Aman Balapan F1

indotiger.com agen judi casino online Berita duka menyelimuti dunia balap Formula One (F1). Jules Bianchi, pebalap kebangsaan Prancis yg mengendarai mobil dari Marussia F1 Team wafat  usai mengalami kecelakaan terhadap 5 Oktober 2014 dulu.

Kejadian berawal kala seluruh pebalap tampil di Sirkuit Suzuka Jepang. Hujan deras yg mengguyur lintasan menjadi aspek mutlak dari kecelakaan ini. Jalanan yg licin pun terbatasnya pandangan menciptakan Bianchi ke luar jalur sampai menabrak crane atau kendaraan media berat yg berfungsi mengangkut bangkai mobil.

Sesudah itu Bianchi koma tatkala sembilan bln hingga hasilnya wafat dunia terhadap Sabtu 18 Juli 2015. Sesudah tragedi itu tidak sedikit pihak menganggap bahwa F1 bukanlah olahraga yg mampu menjamin keselamatan.

Tapi Bernie Ecclesone selaku bos F1 tak ingin mendengar tuntutan yg datang ke pihaknya. Dirinya menilai seluruh faktor telah mengacu terhadap standar keamanan internasional & F1 bakal konsisten dilanjutkan.

Nomor 17 Milik Bianchi Dipensiunkan

indotiger.com agen judi casino online Juga Sebagai penghormatan buat mendiang pebalap Formula One (F1) Jules Bianchi, Federasi Automobil Internasional atau dikenal bersama nama FIA memutuskan utk memensiunkan nomer mobil Bianchi.

Layaknya didapati, selagi membela Tim Marussia, Bianchi memanfaatkan No. 17. Presiden FIA yg pun mantan race director Ferrari, Jean Todt, menyampaikan bahwa langkah utk memensiunkan nomer 17 milik Bianchi merupakan serasi.

“Saat ini nomer mobil F1 dipilih oleh sang pebalap, FIA yakin bahwa ini merupakan langkah yg sesuai buat memensiunkan nomer 17 milik Bainchi,” ucap Todt mengutip Guardian, Rabu (22/7/2015).

“Oleh lantaran itu, bersama dipensiunkannya nomer 17 sehingga No. tersebut tak bisa diperlukan lagi di arena FIA Formula One,” imbuhnya.

Bianchi mengawali kariernya di akademi balap Ferrari terhadap 2009 sebelum bergabung bersama Force India dalam sesi latihan terhadap periode 2012. Talentanya mengambil beliau jadi andalan Tim Marussia terhadap 2013.

Mengenang Jules Bianchi Yang Rendah Hati

indotiger.com agen judi casino online Formula One (F1) berduka mengantar kepergian jenazah Jules Bianchi di Nice, Prancis yg wafat akibat kecelakaan di Jepang terhadap 2014. Sesudah sembilan bln koma, pebalap Prancis berumur 25 thn itu dinyatakan wafat dunia.

Di mata sang manajer, Nicolas Todt, Bianchi adalah pebalap yg rendah hati & baik hati pada seluruhnya orang. Menjalani profesi yang merupakan pebalap yg susah, dijalani Bianchi dgn teramat baik semasa hidupnya.

“Dia (Bianchi) amat natural, rendah hati. F1 yakni profesi yg rumit, lebih sering Kamu kehilangan sentuhan bersama realita yg ada – ia senantiasa tahu gimana bersikap rendah hati, baik dgn seluruhnya orang & itulah yg membuatnya tidak sama bersama pembalap lain,” ujar Todt yg serta putra Presiden FIA, Jean Todt di irishexaminer.com, Rabu (22/7/2015).

Bianchi memperkuat dua tim di F1, merupakan Sahara Force India & Marussia. Bagi keluarga Bianchi, kehilangan ini yakni yg ke-2 kalinya sesudah kepada 1969 kehilangan paman Bianchi, Lucien kala mengalami kecelakaan bersama mobil Alfa Romeo di trek Le Mans.

Wednesday, July 22, 2015

Cita-cita Marquez di Paruh Ke-2 MotoGP 2015

indotiger.com agen judi casino online Paruh mula-mula MotoGP 2015 baru saja dituntaskan di Sirkuit Sachsenring terhadap Pekan 12 Juli. Menonton pencapaian yg ditorehkan terbilang apik dalam dua race terakhir, pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, serentak mengapungkan cita-cita.

The Baby Alien –julukan Marquez– mengharapkan dapat mempertahankan performa gemilangnya dalam dua seri terupdate di periode balap 2015. Pasti tujuannya bakal merengkuh gelar ke3 atau hattrick terpandai di arena lomba balap motor paling prestisius.

Ya, rider berumur 22 thn mengalami awal periode yg terbilang tidak baik. Dari tujuh seri awal, beliau cuma dapat mendapati satu kemenangan & tiga di antaranya tidak sukses finis sebab argumen tertentu. Lantaran hasil jelek tersebut, Marquez terpaksa kembali menggunakan sasis 2014 menukar sasis 2015 yg bekerja kurang optimal.

Akhirnya sanggup kelihatan, dari tertinggal lebih dari 70 angka, kini Marquez memperkecil jarak bersama cuma terpaut 65 poin dari pemuncak classement, Valentino Rossi.

“Saya tidak puas bersama raihan aku di paruh perdana masa. Kami sudah kehilangan tidak sedikit poin. Di enam atau tujuh balapan tidak terjadi dgn baik. Tapi, di dua race terakhir aku kembali & bisa mendapatkan podium. Tren positif ini yg di harapkan dapat berkukuh di paruh ke-2 periode,” terang Marquez, seperti mengutip Speedweek

Kehebatan Aku Justru Kelemahan Yamaha



indotiger.com agen judi casino online Jagoan Moto2 2013, Pol Espargaro, mengaku kesusahan beradaptasi dengan motor YZR-M1 miliknya. Polyccio –julukan Pol– berpendapat bahwa karakter membalap yg dirinya punya tidak pas dgn keunggulan kuda besinya tersebut.

Ya, YZR-M1 benar-benar dikenal sbg motor yg andal dalam melibas tikungan. Mampu dipandang Valentino Rossi & Jorge Lorenzo yg kerap melintasi musuh-musuhnya terhadap momen menegangkan, ialah membalap di tikungan.

Sementara Pol sendiri tidak mempunyai keunggulan dalam sisi tersebut. Dirinya lebih dikenal sbg rider yg andal dalam melibas trek lurus, tapi Tim Monster Yamaha Tech3 yg memberi dukungan YZR-M1 justru tidak mempunyai kekuatan husus di bidang tersebut.

“Ya, ini yakni masalah paling besar aku. Kemampuan aku yaitu kelemahan dari motor yg aku punyai,” terang Pol, seperti mengutip Speedweek, Pekan (20/7/2015).

“Saya kerap mengerem dgn keras, tetapi ketetapan itu justru merugikan aku. Makin aku mengaplikasikan gaya membalap aku yg sebenarnya, aku juga makin lambat. Aku mesti menemukan solusi yg paling baik guna memperbaiki kinerja aku,” urainya.