Wednesday, July 22, 2015

Kebiasaan Lorenzo Sebelum Mengawali Balapan

indotiger.com agen judi casino online Juara dunia dua kali MotoGP, Jorge Lorenzo, menceritakan rutinitasnya 30 menit sebelum tampil di arena MotoGP. Pebalap Tim Movistar Yamaha itu bercerita bahwa dirinya kerap mendengarkan lagu kesukaannya guna memperoleh ketenangan sebelum mengaspal di Sirkuit.

Sejatinya bukan cuma Lorenzo atlet yg kerap mendengarkan lagu kesayangannya mendekati tampil di satu buah arena tertentu. Tidak Sedikit pesepakbola dunia yg jalankan hal itu, tetapi ada serta pelatih yg melarang pemainnya jalankan kebiasaan tersebut lantaran bisa menganggu fokus pemain.

Tapi, X-Fuera –julukan Lorenzo– mengaku kebiasaan itu tidak mengganggunya sama sekali. Aspek tersebut telah dilakukannya sejak turun membalap di kelas 125cc terhadap 2002. Sanggup dibilang itu salah satu kunci keberhasilan rider 28 thn mendapatkan empat gelar pemenang dunia selama ini.

“Rutinitas aku tidak beralih. Setengah jam sebelum balapan aku senantiasa mendengarkan musik di ear phone aku. Tradisi itu tidak menganggu aku sama sekali,” terang Lorenzo seperti mengutip Marca, Selasa (21/7/2015).

“Saya tidak jarang mendengarkan lagu-lagu dari Red Hot Chili Peppers, Coldplay, U2 & lain-lain. Praktis usai mendengarkan lagu itu, fokus aku agak meningkat,” urai mantan pebalap Aprilia di kelas 250cc.

Rossi Waspadai Potensi Marquez & Lorenzo

indotiger.com agen judi casino online Pebalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mewaspadai potensi yg dapat diberikan dua pesaing utamanya di MotoGP 2015, merupakan Jorge Lorenzo & Marc Marquez. Pebalap berjuluk The Doctor itu menilai tiga race awal di paruh ke-2 MotoGP adalah sirkuit yg disukai Lorenzo & Marquez. Elemen itu praktis akan menyulitkan Rossi guna mendapati kemenangan di sana.

Ya, tiga race pembuka di paruh ke-2 MotoGP dapat berjalan di Sirkuit Indianapolis, Brno & Silverstone. Sample terupdate terhadap masa dulu, Lorenzo senantiasa finis di posisi dua di ke-3 sirkuit tersebut. Sementara Baby Alien –julukan Marquez– mampu mendapatkan kemenangan di Indianapolis & Brno.

Pasti hasil itu dapat dijadikan patokan bagi Rossi guna mewaspadai dua pebalap penuh potensi tersebut. Bila tidak waspada, bukan tidak mungkin saja keunggulan 13 & 65 poin dari Lorenzo juga Marquez dapat dipertipis atau bahkan disusul keduanya.

“Saya pikir aku bakal lewat tiga sirkuit yg mana amat sangat disukai Marc & Jorge. Th dulu aku memperoleh hasil bagus di Indy (posisi tiga), setelah itu di Brno & yg tentu kami mesti menunggu,” terang Rossi seperti mengutip Speedweek,

“Di Silverstone Marc & Jorge serta amat sangat kuat. Seterusnya di Misano, dimana aku amat nyaman sanggup membalap di sana. Sementara di Aragon aku tidak terlampaui percaya,” tutup terpandai tujuh kali MotoGP.

Suzuki Telah Berada di Jalur Tepat

indotiger.com agen judi casino online Test rider Tim Suzuki Ecstar yg serta mengaspal di Superbike, Randy De Puniet, mengaku gemar menyaksikan motor GSX-RR yg dirinya kembangkan bisa tampil kompetitif di tangan Aleix Espargaro & Maverick Vinales di MotoGP periode ini. De Puniet serta percaya jika pengembangan yg dilakukan Suzuki telah serasi.

De Puniet yg memperkuat Tim Voltcom Crescent Suzuki di Superbike, ditunjuk jadi test rider Suzuki Ecstar sejak 2013. Rider asal Prancis itu benar-benar ikut andil mengembangkan motor GSX-RR dgn test rider yang lain, Nobuatsu Aoki. De Puniet pula merasa bangga menonton perkembangan Suzuki di MotoGP yg kian meningkat.

"Menyenangkan menonton motor kami kompetitif. Aku menyaksikan piranti elektronik kami konsisten berkembang. Bersama pembalap hebat seperti Aleix (Espargaro) & Maverick (Vinales), Suzuki mampu memperoleh tidak sedikit data. Tetap ada kekurangan, tetapi tim ini beruntung mempunyai ke-2 rider itu. Aku pikir Suzuki telah melaju di trek yg serasi," ucap rider 34 thn itu, Speedweek melansir, Rabu (21/7/2015).

Di peluang yg sama, De Puniet serta mengungkapkan apabila Suzuki tidak miliki gagasan buat menurunkannya di MotoGP periode ini bersama media wildcard. Walau begitu, De Puniet mengaku tidak kecewa. Dia cuma bakal konsentrasi mengaspal di Superbike.

"Tugas aku yg tersisa yang merupakan test rider masa ini yaitu menjajal ban Michelin utk thn depan. Usai Sepang & Le Mans, aku bakal menjajalnya di Silverstone. seterusnya, acara uji mencoba kami selesai & belum ada ide lanjutan. Kami serta tidak merencanakan wildcard. Namun aku tidak kecewa, sebab Superbike yaitu prioritas aku," ungkap rider yg pula sempat malang melintang di MotoGP terhadap musim 2006-2013 tersebut.

Tuesday, July 21, 2015

Dari Chilton sampai Marquez Merasa Kehilangan Sosok Bianchi

indotiger.com agen judi casino online Pebalap Tim Manor Marussia, Jules Bianchi, menutup umur kepada Sabtu 18 Juli 2015. Dia wafat sesudah mengalami koma tatkala Sembilan bln akibat kecelakaan yg berlangsung di Sirkuit Suzuka, Jepang, th dulu.

Bermacam Macam ucapan bela sungkawa datang dari social alat. Salah satu sohib Bianchi, Max Chilton, mengungkapkan kesedihannya lewat akun Twitternya @maxchilton. Dalam tweetnya beliau mengemukakan bahwa dia bersyukur sanggup mengenal & saling berhadapan di ajang balap.

“Tidak ada kata-kata yg bisa menggambarkan kehilangan sosok Bianchi buat keluarga & serta olahraga ini. Apa yg bakal aku katakan merupakan menyukai dapat mengenal mu & membalap dgn mu,” catat Chilton, mengutip Sportsmole,

Terkecuali Chilton, pebalap Red Bull Daniel Ricciardo, driver Lotus Roman Grosjean, sampai kampium dunia MotoGP Marc Marquez pun ikut mengucapkan rasa duka yg mendalam atas meninggalnya pebalap 25 th tersebut.

Kepercayaan Diri Ducati Sedikit Menghilang

indotiger.com agen judi casino online Performa menurun yg ditampilkan duo Ducati, Andrea Dovizioso & Andrea Iannone, selepas serie Mugello ditanggapi oleh sang manajer tim, Gigi Dall’Igna. Laki-laki asal Italia tersebut mengakui ada sekian banyak masalah yg menciptakan Ducati mesti tidak sedikit kehilangan poin.

Kepada serie Mugello, Iannone sukses finis di posisi ke-2, sementara Dovizioso tidak sukses menyelesaikan balap. Tetapi terhadap tiga serie berikutnya, Dovizioso dua kali tidak berhasil finis & satu kali finis di posisi 12. Iannone lebih baik, dua kali finis di posisi empat, & satu kali menduduki posisi lima.

“Saya mampu katakan Mugello teramat positif, dulu ada sekian banyak masalah yg menciptakan kami tak mendapati poin yg kami inginkan di sekian banyak balapan terakhir,” tutur Gigi, mengutip Autosport, Senin (20/7/2015).

Gigi melanjutkan, hasil minor yg didapatkan oleh para pebalapnya sedikit menciptakan kepercayaan diri Ducati menyusut. Elemen tersebut ditambah sekian banyak rival Ducati seperti Yamaha & Honda yg konsisten berkembang.

“Hal itu menciptakan kepercayaan diri & perasaan kami di garasi sedikit menghilang,” imbuhnya singkat.


Lorenzo Tidak Takut Untuk Bersaing Dengan Rossi

indotiger.com agen judi casino online Pebalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, mengaku tidak takut berkompetisi bersama teman setimnya, Valentino Rossi, dalam memperebutkan gelar jawara MotoGP 2015. X-Fuera –julukan Lorenzo– menilai usianya yg kian matang menciptakan segalanya berlangsung dgn gampang. 

Pernah tertinggal jauh di tiga race awal, perlahan namun tentu Lorenzo bisa memepet Rossi yg tetap berada di puncak classement MotoGP. Bahkan sebelum Grand Prix Assen digelar, rider asal Spanyol cuma tertinggal satu poin dari tujuh kali jagoan MotoGP tersebut.

Tapi, penurunan performa di dua race terakhir menciptakan perolehan angka agak melebar. sekarang, The Doctor –julukan Rossi– top 13 poin dari terpandai dua kali MotoGP tersebut. Biarpun tetap tertinggal, Lorenzo terus percaya dapat membalap Rossi di paruh ke-2 MotoGP 2015.

“Saya tak takut bersama Rossi, aku telah terlampaui kuat. Kini aku jauh lebih santai & umur yg kian matang menciptakan aku seperti ini,” terang Lorenzo seperti mengutip Marca.

Marquez Buka Peluang Pakai Sasis 2016 Musim Ini

indotiger.com agen judi casino online Pebalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, baru saja menjalani sesi latihan bebas dgn timnya terhadap Kamis & Jumat. Waktu itu, pebalap berjuluk Baby Alien memakai sasis yg diproyeksikan utk masa balap 2016.

Ya,kampium dua kali MotoGP itu mencatatkan diwaktu yg terbilang baik bersama torehan 1 menit 32 detik. Dirinya menggungguli sahabat setimnya, Dani Pedrosa, yg mampu mendapatkan 1 menit 32,66 detik. Torehan luar biasa itu menciptakan Marquez berpikiran utk memanfaatkan sasis keluaran 2016 terhadap periode balap kali ini.

Rider berumur 22 thn benar-benar tidak puas bersama kinerja sasis Tim Repsol Honda terhadap periode 2015. Dia kerap mendapati hasil jelek dari tujuh seri awal. Semenjak memanfaatkan sasis 2014 guna menukar sasis 2015 yg bekerja kurang optimal, Marquez mampu finis di posisi dua & mula-mula kepada Grand Prix Belanda & Jerman.

“Sasis baru akan jadi pilihan bagi aku periode ini, terkhusus buat periode depan,” terang Marquez, seperti mengutip Speedweek.